=================================Sekilas INFO================================
Cara Mudah Menghasilkan Uang dari YouTube
VideoSatu.com membeberkan Rahasia TERNAK video dan menguploadnya ke YouTube. Temukan panduan bagaimana Video Anda bisa mendatangkan banyak UANG dari YouTube, sementara Anda jalan-jalan atau TIDUR. KLIK Menghasilkan Uang dari Video YouTube dengan Tidur
Telah Hadir Program Penghasil Uang Cepat
Program Reseller VideoSATU sangat Cocok untuk pemula. Dengan bergabung di VideoSATU, Anda memperoleh 2 (dua) keuntungan sekaligus; bisa belajar menghasilkan uang dari YouTube, dan menjadi reseller VideoSATU. Panduan lengkapnya cek di CARA MENGHASILKAN UANG CEPAT DARI INTERNET
=============================================================================

Biografi Gus Dur

Gus Dur dilahirkan di Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 04 – 08 – 1940 dengan nama Abdurrahman Ad-Dakhil. Beliau adalah putra KH Wahid Hasyim (mantan Menteri Agama RI) dan cucu dari KH Hasyim Asy’ari (Pendiri NU). Jadinya begini: Abdurrahman Wahid bin Wahid Hasyim bin Hasyim Asy’ary.

Gus adalah panggilan oleh para santri kepada para putra kyai. Karena Abdurrahman Wahid seorang putra kyai, maka sejak kecil dipanggil GusDur.

Gus Dur – DATA PRIBADI

gus dur

KH Abdurrahman Wahid

Nama : Abdurrahman Wahid

Istri : Sinta Nuriyah

Putra-putri :

1. Alissa Qotrunnada Munawaroh (P)
2. Zannuba Arifah Chafsoh (P)
3. Annita Hayatunnufus (P)
4. Inayah Wulandari (P)

ALAMAT RUMAH GUS DUR

Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jakarta Selatan 12630 – Indonesia

PENDIDIKAN Gus Dur

  • 1966-1970

Universitas Baghdad, Irak
Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab

  • 1964-1966

Al Azhar University, Cairo, Mesir
Fakultas Syari’ah (Kulliyah al-Syari’ah)

  • 1959-1963

Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Indonesia

  • 1957-1959

Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

 

JABATAN

  • 1998 – Ketua Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  • 2004 – The WAHID Institute, Indonesia sebagai Pendiri
  • 2000 – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Indonesia
  • 2002 – Rektor Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Indonesia

 

PENGALAMAN JABATAN Gus Dur

  • 1999-2001, Presiden Republik Indonesia
  • 1989-1993, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
  • 1987-1992, Ketua Majelis Ulama Indonesia
  • 1984-2000, Ketua Dewan Tanfidz PBNU
  • 1980-1984, Katib Awwal PBNU
  • 1974-1980, Sekretaris Umum Pesantren Tebu Ireng
  • 1972-1974, Fakultas Ushuludin Universitas Hasyim Ashari, Jombang sebagai Dekan dan Dosen

 

PENGALAMAN ORGANISASI Gus Dur

  • 2003 – Penasehat pada Gerakan Moral Rekonsiliasi Nasional
  • 2002 – Penasehat pada Solidaritas Korban Pelanggaran HAM
  • 1990 – Pendiri dan Anggota Forum Demokrasi
  • 1986-1987 Juri di Festifal Film Indonesia
  • 1982-1985 Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta
  • 1965 – Wakil Ketua Himpunan Pemuda Peladjar Indonesia di Cairo – United Arab Republic (Mesir)

 

AKTIVITAS INTERNASIONAL YANG PERNAH DILAKONI GUS DUR

  • 2003 – Presiden Non Violence Peace Movement, Seoul, Korea Selatan
  • 2003 – Anggota Dewan Internasional (bersama Mikhail Gorbachev, Ehud Barak and Carl Bildt) International Strategic Dialogue Center, Universitas Netanya, Israel
  • 2003 – Presiden Kehormatan di International Islamic Christian Organization for Reconciliation and Reconstruction (IICORR), London, Inggris
  • 2002 – Anggota Dewan Penasehat Internasional di International and Interreligious Federation for World Peace (IIFWP), New York, Amerika Serikat
  • 2002 – Presiden Association of Muslim Community Leaders (AMCL), New York, Amerika Serikat
  • 1994 – Pendiri dan Anggota Shimon Perez Center for Peace, Tel Aviv, Israel
  • 1994-1998 – Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP), New York, Amerika Serikat
  • 1994 – Penasehat International Dialogue Project for Area Study and Law, Den Haag, Belanda
  • 1980-1983 – Anggota Dewan Juri The Aga Khan Award for Islamic Architecture

 

PENGHARGAAN

  1. 2004, Anugrah Mpu Peradah, DPP Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Jakarta, Indonesia
  2. 2004, The Culture of Peace Distinguished Award 2003, International Culture of Peace Project Religions for Peace, Trento, Italia
  3. 2003, Global Tolerance Award, Friends of the United Nations, New York, Amerika Serikat
  4. 2003, World Peace Prize Award, World Peace Prize Awarding Council (WPPAC), Seoul, Korea Selatan
  5. 2003, Dare to Fail Award , Billi PS Lim, penulis buku paling laris “Dare to Fail”, Kuala Lumpur, Malaysia
  6. 2002, Pin Emas NU, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Indonesia.
  7. 2002, Gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA), Sampeyan dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XII, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
  8. 2001, Public Service Award, Universitas Columbia , New York , Amerika Serikat
  9. 2000, Ambassador of Peace, International and Interreligious Federation for World peace (IIFWP), New York, Amerika Serikat
  10. 2000, Paul Harris Fellow, The Rotary Foundation of Rotary International
  11. 1998, Man of The Year, Majalah REM, Indonesia
  12. 1993, Magsaysay Award, Manila , Filipina
  13. 1991, Islamic Missionary Award , Pemerintah Mesir
  14. 1990, Tokoh 1990, Majalah Editor, Indonesia

DOKTOR KEHORMATAN

  1. 2003, Netanya University , Israel
  2. 2003, Konkuk University, Seoul, South Korea
  3. 2003, Sun Moon University, Seoul, South Korea
  4. 2002, Soka Gakkai University, Tokyo, Japan
  5. 2000, Thammasat University, Bangkok, Thailand
  6. 2001, Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand
  7. 2000, Pantheon Sorborne University, Paris, France
  8. 1999, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand

HOBI Gus Dur

  • Mendengarkan dan menyaksikan pagelaran Wayang Kulit.
  • Mendengarkan musik, terutama lagu-lagu karya Beethoven berjudul Symphony No. 9 th, Mozart dalam 20 th piano concerto, Umm Khulsum dari Mesir, Janis Joplin dan penyanyi balada Ebiet G. Ade.
  • Mengamati pertandingan sepak bola, terutama liga Amerika latin dan liga Eropa.
  • Mendengarkan audio book, terutama mengenai sejarah dan biografi.
  • Abdurrahman Wahid telah menghasilkan beberapa buah buku. Hingga saat ini dia terus menulis kolom di sejumlah surat kabar. Selain itu, dia masih aktif memberikan ceramah kepada publik di dalam maupun luar negeri.

 

Fakta Tentang Gus Dur

Si Jenius yang Humoris dan Fenomenal

SOSOK KH Abdurrahman Wahid, atau yang lebih akrab di pangil Gus Dur adalah fenomenal. Gus Dur telah menghadap Sang Khalik pada hari Rabu, 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB lalu, di RSCM Jakarta.

Ada benar kata pepatah, kalau ingin melihat besarnya orang lihatlah pada waktu wafatnya.

Kunjungan pelayat dari berbagai lapisan, mulai dari masyarakat kelas bawah sampai pada pejabat negara baik dari dalam maupun luar negeri memang sangat luar biasa. Demikian juga dengan pemberitaan tentang wafatnya Gus Dur menjadi Breaking New dan Headline media massa baik dari dalam negeri maupun media internasional, tiada henti-hentinya.

Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh Gus Dur, baik di mata lawan politiknya, apalagi di mata koleganya. Siapakah Gus Dur sebenarnya? Nama kecil Gus Dur adalah Abdurrahman Addakhil. Secara leksikal, Addakhil bermakna penakluk, sebuah nama yang diambil ayahnya dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol.

Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940. Dia putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah KH. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.

Ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim, terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny Hj Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Karena kakek buyutnya pendiri NU, maka Gus Dur dikenal juga dengan sebutan berdarah biru NU.

Tahun 1960 Gus Dur berkesempatan menimba ilmu di Mesir melalui sebuah beasiswa yang diperoleh dari Departemen Agama. Saat itu usianya 23 tahun.

Di sana ia menimba ilmu dengan mengambil spesialisasi bidang syariah yang dilaluinya selama tujuh tahun. Namun karena terlalu aktif berorganisasi, ia tidak berhasil menyelesaikan kuliah. Dari Kairo ia pindah ke Baghdad, Irak, dengan mengambil spesialisasi sastra dan ilmu humanis. Di sinilah Gus Dur berkenalan dengan pemikiran tokoh-tokoh seperti Emile Durkheim.

Sebagai anak muda, Gus Dur yang penuh aktivitas belajar itu tidak melupakan urusan asmara. Hanya, model bercinta Gus Dur agak berbeda dari remaja saat itu. Hanya akibat tidak mau dilangkahi adiknya yang segera akan melangsungkan pernikahan, Gus Dur meminta tolong kakeknya, KH Bisri Syansuri, untuk melamar gadis pujaannya yang tak lain adalah bekas muridnya ketika Gus Dur mengajar di Pesantren Tambakberas.

Tidak hanya itu, Gus Dur meminta tolong sekaligus mewakili dirinya naik ke pelaminan. Gadis itu adalah Sinta Nuriyah, putri H Abdulah Syukur, pedagang daging terkenal. Namun, peresmian pernikahan Gus Dur yang sesungguhnya terjadi pada 11 September 1971, pasangan Gus Dur-Nuriyah melangsungkan pesta pernikahan. Pernikahan yang unik itu menghasilkan empat putri, diantaranya Alissa Qatrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.

Keluarga Gus Dur tak jauh berbeda dari model keluarga lain. Konsepnya tentang suami-istri, misalnya, pernah diungkapkannya. “Istri itu yang terbaik kalau nggak ikut campur urusan suami. Dan suami yang baik adalah nggak mau tahu urusan istri. Yang penting menghormati hak masing-masing.”

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, KH Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri.

Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.

Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula dia merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin.

Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap “menyimpang” dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Beliau juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa ‘aqdi yang diketuai KH As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada Muktamar ke-28 di Pesantren Krapyak Jogjakarta (1989), dan Muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Gur Dur, walaupun dalam pendidikan formal tidak berjalan mulus, tetapi ia adalah seorang otodidak yang jenius, politikus yang mempunyai garis tangan yang beruntung.

Sejarah mencatat pada Juni 1999, PKB, partai politik yang didirikan oleh Gus Dur ikut serta dalam arena Pemilu legislatif. PKB memenangi 12 persen suara, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen suara. Dengan kemenangan partainya, Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB.

Namun Amien Rais membentuk Poros Tengah, berisi koalisi partai-partai Islam. Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.

Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.

Beberapa saat kemudian Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR menyatakan bahwa Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru.

Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya meraih 313 suara. Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukung Megawati mengamuk, dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden.

Setelah meyakinkan Jenderal Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta menjadi wakil presiden. Menurut Barton, banyak yang tidak mengira bahwa Gus Dur bersedia mengemban tugas yang berat sebagai presiden pada Oktober 1999 saat Indonesia didera ketidakstabilan politik pasca lengsernya rezim Soeharto.

Namun, selama dua tahun memimpin, Gus Dur bisa membawa perubahan yang besar bagi Indonesia. Warisan yang Gus Dur tinggalkan adalah berhasil mewujudkan banyak harapan bagi terciptanya demokrasi dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dia melakukannya dengan berani kendati tidak mendapat cukup dukungan politik saat itu.

Gus Dur sebagai pribadi yang independen dan eksentrik , dia punya selera humor yang luar biasa dan tentu saja gayanya terbentuk dari sosoknya sebagai pemimpin yang kritis. Melihat kiprah Gus Dur yang sangat luar biasa dalam menegakkan demokrasi di Indonesia, juga beliau adalah bapak pluralis Indonsia, bahwa dia berjuang untuk membantu KPK pada detik-detik hayatnya.

Untuk itu sudah selayaknyalah bangsa ini memberikan penghargaan yang tertinggi, yakni sebagai Pahlawan Nasional, dalam penegakan demokrasi, pemberantasan korupsi dan kebhinekaan bangsa Indonesia.

Kini Gus Dur telah telah meninggalkan kenangan manis bagi dunia yang fana ini. Selamat jalan Gus menuju ke alam baqa, ke Surga menghadap Sang Khalik, semoga amal baktimu diterima di sisi-Nya. Amiiin.

Pin It

Incoming search terms:

,gus dur,gusdur,nama putri gusdur,nama putri gus dur,putra putri gusdur,gus dur muda,hayatun nufus artinya,nama anak gusdur,cbr 150,Nama putri-putri gus dur,nama2 dosen UNDAR JOMBANG,nama2 anak gusdur siapa saja,Nama2 putri gusdur,Nama putri2 gus dur,putra abdurahman wahid,putra putri abdulrahman wahid,putra putri gus dur,putra putri KH ABDULRAHMAN WAHID,rumah gus dur di ciganjur,siapa nama putra putri kh abdurrahman wahid,Alamat gusdur,

Comments are closed.

close