Manfaat Buah Sirsak untuk Terapi Kanker

Adakah manfaat buah sirsak untuk terapi kanker? Hingga kini, sel kanker hanya bisa dibunuh dengan beberapa system pengobatan yang salah satunya sering disebut Kemoterapi ‘Chemotherapy atau kemo therapy’. Kemo terapi adalah terapi sistemik untuk membunuh sel kanker yang mungkin telah menyebar dari tempat asalnya ke bagian lain dari tubuh. Pada saat yang sama juga membunuh sel-sel lain (selain sel jahat kanker) termasuk sel yang berguna bagi tubuh. Anda perlu sel untuk menjaga kulit Anda dari kerutan dan membuat rambut Anda tumbuh. Dengan Kemoterapi ini, sel-sel Anda akan mati menyebabkan Anda kehilangan rambut dan kulit Anda berubah berkerut. Namun, Kemo terapi tidak harus selamanya menjadi mimpi buruk. Dan orang yang berbeda memiliki efek samping yang berbeda juga. Banyak kemajuan dan perbaikan dalam terapi ini selama beberapa decade terakhir. Tidak adakah cara lain mengobati kanker? Tulisan tentang ‘Manfaat Buah Sirsak untuk Terapi Kanker’ ini mencoba menjawabnya.

Semua bersumber dari buah ajaib; buah sirsak. Dibanding Kemotherapy, buah sirsak jauh lebih powerful dan memiliki daya bunuh sel 10ribu kali lipat. Inilah tanaman anugrah dari yang Maha Kuasa yang ternyata, menurut penelitian, sangat tidak bisa dipandang sebelah mata manfaatnya dalam hal terapi atau pengobatan, khususnya dalam melawan kanker yang mematikan itu.

manfaat buah sirsak
Buah sirsak / sirsat terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker

Manfaat Buah Sirsak untuk Terapi Kanker sudah diteliti sejak lama. Namun, mengapa baru mengetahui belakangan ini? Mengapa penemu obat kanker dengan sirsak tidak membuka penemuannya untuk umum? Itulah beberapa pertanyaan yang memang patut dipertanyakan. Mengingat ganasnya penyakit kanker yang mengakibatkan jutaan nyawa melayang. Sementara, obat yang telah berhasil ditemukan justru disimpan secara diam-diam.

Sebuah lembaga untuk kesehatan di Amerika telah mempublikasikan sebuah tulisan mengenai penemuan luar biasa ini. Bermula dari sebuah perusahaan yang melakukan riset besar-besaran. Awalnya, mereka menemukan sebuah tanaman ajaib di pedalaman hutan Amazon. Belakangan, setelah melalui tes dan rangkaian uji coba, disimpulkan bahwa buah yang ternyata adalah buah sirsak tersebut adalah buah anugrah yang mampu melawan penyakit kanker. Sungguh temuan yang luar biasa atas buah yang juga luar biasa.

Mengapa kemudian, fakta yang luar biasa mencengangkan itu tidak memberi warna apapun bagi dunia kedokteran dan tidak menjanjikan sesuatu yang lebih baik? Hal itu disebabkan karena perusahaan pelaku riset tersebut menyembunyikan hasil temuannya demi keuntungan dan kepentingan kantong mereke sendiri. Mereka berniat mengembalikan dana riset yang telah mereka gelontorkan plus mengeruk keuntungan berlipat ganda melalui proyek pembuatan tanaman sirsak sintetis sebagai bahan baku obat kanker.

Ironis memang, di saat banyak nyawa melayang sia-sia akibat kanker, perusahaan besar, penemu obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon ini. Justru, perusahaan beromzet miliaran tersebut akhirnya memilih menutup proyek sambil melancarkan gerakan tutup mulut, seolah penelitian buah sirsak yang tumbuh di pedalaman hutam Amazon tersebut tidak pernah ada.

Namun, rupanya Tuhan berkehendak lain. Salah satu ahli yang tergabung dalam tim penelitian tersebut merasa ada yang tidak beres dengan perusahaan yang membiayai operasi penguak manfaat buah sirsak itu. Tanpa memperdulikan jabatannya, dia melakukan kontak dengan sebuah lembaga penelitian lain yang sedang gencar-gencarnya berburu nabati dari hutan Amazon sebagai bahan obat. Dari situlah, akhirnya temuan menghebohkan yang sengaja ditutup rapat-rapat itu akhirnya terbongkar. Tak kurang, ahli-ahli riset di Health Science Institute Amerika juga melakukan tes dan riset ulang atas kebenaran dan keajaiban buah sirsak. Memang benar-benar mencengangkan. Buah sirsak ternyata lebih dari sekedar buah mematikan bagi sel kanker.

Terhitung sejak 1976, lebih dari 25 laboratorium independen telah melakukan uji dan terbuktilah manfaat buah sirsak untuk terapi kanker. The Journal of Natural Products melaporkan bahwa dari Korea Selatan tercatat Catholic University telah mempublikasikan risetnya. Temuan tersebut mendapati sebuah kandungan unsur kimia cerdas dalam buah sirsak, yang mampu memilah-milah dan membuat perbedaan serta membasmi sel kanker Usus Besar dengan kekuatan10rb kali lebih besar dari Kemoterapi dan adriamicin.

Leave a Reply

close