6 Jenis Kelinci Bisa Jadikan Peluang Usaha Ternak Kelinci Hias yang Menjanjikan

Pada umumnya, orang-orang bekerja dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan berupa uang, dimana uang merupakan alat tukar yang dipergunakan untuk membeli keperluan pokok manusia seperti makanan, pakaian, rumah, dan keperluan-keperluan lainnya. Tak dapat dipungkiri bahwasanya di era sekarang ini uang merupakan media bagi kita untuk bertahan dapat hidup dengan sebisa mungkin dapat memperoleh makanan dan kebutuhan yang umumnya harus ditukat atau dibeli dengan uang.

Oleh karena itu, tak heran banyak di antara orang-orang pada umumnya berlomba untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin sebagai jaminan kesejahteraan baginya dan keluarganya baik dimasa sekarang maupun dimasa mendatang. Salah satu dari banyak cara orang-orang untuk memperoleh penghasilan adalah dengan membuka usaha sendiri, dan di antara banyaknya usaha yang biasa digeluti, terdapat peluang usaha ternak kelinci hias.

Kenapa usaha kelinci hias? Ada beberapa alasan mengapa peluang usaha ternak kelinci hias dapat menjadi salah satu alternatif memulai membuka usaha. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, kelinci merupakam makhluk yang tergolong pada hewan mamalia yang imut dan lucu serta menggemaskan. Selain itu, kelinci juga termasuk hewan yang halal (bagi umat muslim) untuk dipelihara maupun dikonsumsi.

Meskipun pada umumnya kelinci tak dapat bertingkah atau berlaku sebagaimana hewan peliharaan lainnya seperti kucing yang dapat diajak bermain dan bercanda di dalam rumah bahkan tidur bersama kita, akan tetapi kelinci juga dapat mengahangatkan rumah kita dengan kehadirannya di sekitar kita baik dikandangkan maupun diliarkan. Oleh karena itulah, peluang untuk membuka usaha ternak kelinci hias merupakan hal yang dapat menjanjikan apabila kita gigih dalam menjalankannya.

 

Kelinci hias merupakan kelinci yang dijadikan hewan peliharaan layaknya seekor kucing. Disebut kelinci hias karena memang mereka memiliki tubuh, corak bulu, dan warna bulu unik yang berbeda dengan kelinci pedaging yang biasa dikonsumsi. Namun tidak menutup kemungkinan juga kalau kelinci hias dikomsumsi karena daging kelinci memang layak di konsumsi.

Adapun kelinci kriteria hias ini terutama di negara kita Indonesia, merupakan kelinci ras yang berasal dari berbagai negara, sedangkan kebanyakan kelinci pedaging merupakan kelinci domestik atau asli Indonesia seperti misalnya kelinci jawa. Akan tetapi pada kenyataannya di negara kita ini, kebanyakan kelinci hias tidak murni ras tertentu. Sebagian besar kelinci hias merupakan hasil dari persilangan antara kelinci lokal atau domestik dengan kelinci ras.

Dengan adanya persilangan tersebut maka lahirlah kelinci jenis lain hasil perkawinan silang antar ras dan domestik. Tentu saja hal tersebut akan merubah gen asli dari masing-masing jenis kelinci, baik dari segi bulu, corak, postur, maupun ukuran tubuh.

Peluang Usaha Ternak Kelinci Hias

Untuk menjalankan peluang usaha ternak kelinci hias, selain anggran modal usaha diperlukan pengetahuan akan jenis-jenis kelinci yang akan dijadikan ternak. Mengetahui jenis-jenis kelinci untuk bidang usaha ini merupakan hal yang sangat penting, dimana kita harus mengenal produk kita serta memperkemalkannya kepada masyarakat apabila kita ingin memasarkannya di masyarakat.

Maka dari itu, berikut ini merupakan sebagian kecil nama dan jenis kelinci, di antaranya adalah;

 

  • Flemish Giant

Kelinci jenis ini merupakan kelinci yang memiliki ukuran serta bobot tubuh yang sangat besar dari kelinci pada umumnya. Bobot kelinci jenis ini bisa mencapat hingga 22 kg, akan tetapi rata-rata Flemish Giant ini pada umumnya memiliki boot sekitar 15 kg.

Adapun ciri dari kelinci Flemish Giant ini adalah memiliki bentuk tubuh yang panjang, warna bulu yang beragam seperti putih, cokelat, hitam, abu-abu, dan cokelat kekuningan. Kelinci ini memiliki daun telinga yang lebar hingga memperlihatkan betapa besarnya makhluk lucu ini. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa kelinci layak untuk dikomsumsi, maka jenis kelinci ini merupakan salah satu yang biasa juga di konsumsi di samping dijadikan hewan peliharaan. Akan tetapi, disayangkan kini kelinci jenis Flemish Giant ini agak langka ditemukan ras aslinya, kebanyakan merupakan ras turunan hasil penyilangan. Jadi bobot dan ukuran tubuhnya lebih kecil dari ras aslinya.

  • Agora Giant

Jenis kelinci ras ini seperti namanya memang terlihat besar. Hal itu memang benar karena kelinci ini merupakan hasil persilangan antara Flemish Giant dengan English angora dan terciptalah kelinci raksasa dengan bulu yang lebih lebat dan panjang sehingga memberikan efek bahwa kelinci ini memiliki tubuh yang sangat besar. Ketiha mencapai usia dewasa, Angora Giant bisa mencapai bobot 10 kg.

  • Netherland Dwarf

Ini dia kelinci hias yang imut dan mungil. Ya. Netherland Dwarf, seperti namanya jenis kelinci ini merupakan ras kelinci berukuran mini dan pertumbuhannya juga sangat lambat. Adanya kelinci ini di Indonesia karena bawaan dari orang-orang belanda di jaman kolonial dulu, dan mereka menjadikan ternak kelinci ini di perkebunan dan akhirnya mereka berkembang biak di Indonesia.

  • Satin

Kelinci ras ini bersal dari Amerika Serikat. Adapun kelinci ini merupakan kelinci hias dan dapat dijadikan pedaging juga. Kelinci ini dapat berkembang biak pada umumnya mencapai sampai dengan 10 ekor tiap kelahirannya, dan memiliki bobot rata-rata mencapai 5 kg di usia di atas 8 bulan.

Kelinci ini memiliki warna bulu yang beragam seperti hitam, putih, kebiruan, cokelat, dan cream. Dengan kepala yang lebat serta leher yang pendek, kelinci ini memiliki kuku dan ruas tulang yang kuat serta tubuh yang memanjang sehingga kelinci ini terlihat kuat.

  • Angora

Jenis kelinci ini mungkin jenis kelinci yang banyak digemari untuk dijasukan peliharaan. Dengan bulu yang panjang cantik, halus, dan lebat, kelinci jenis Angora ini menjadi terlihat semakin menggemaskan dan lucu. Dari beberapa kelinci Angora yang terkenal di antaranya adalah Angora Jerman, Angora Inggris, Angora Prancis, Angora Peranakan Flemish Giant, dan Angora Peranakan Satin.

Apabila jenis-jenis kelinci ras di atas memiliki bobot tubuh yang sama sesuai rasnya, maka kelinci jenis Angora ini memiliki bobot tubuh yang beragam mulai dari yang berbobot kecil 2,3 kg hingga yang terbesar hanya mencapai 5 kg saja.

  • English Spot

Sesuai dengan namanya, jenis kelinci ini memiliki cora tutul hitam atau gelap pada bulu-bulu di tubuhnya. Tentu saja hal ini menjadikan kelinci ini bertambah lucu dan imut. Pada umumnya, jenis English spot ini memiliki warna bulu dasar putih di tambah dengan spot-spot yang tak beraturan di tubuh dan wajah serta matanya dengan warna yang lebih gelap, seperti hitam, cokelat, dan abu-abu.

 

Jenis-jenis kelinci ras yang telah disebutkan di atas merupakan sebagian kecil dari banyaknya jenis kelinci ras yang dijadikan kelinci hias, masih banyak nama dan jenis kelinci ras yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha ternak kelinci hias.

Untuk menjalankan usaha ternak kelinci hias ini, diperlukan juga ketelatenan dalam memelihara dan mengurus kelinci-kelinci yang diternakan tersebut. Baik secara pakan, tempat atau kandang, obat-obatan, serta mengetahui bagaimana kondisi dari kelinci-kelinci yang diternakan tersebut.

Jangan sampai melalaikan kesehatan para kelinci. Selain kita harus menyayangi dan peduli sesama makhluk Tuhan, kelinci ternak tersebut sama halnya dengan produk yang akan dijual di pasaran dan harus dalam keadaan sehat dan bersih, terlebih ketika berpindah tangan kepada konsumen. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

close