Sukses dengan Ambil Peluang Usaha Ternak Kroto

Kroto merupakan sebuah istilah terhadap telur-telur yang dihasilkan semut, ikan dan lainnya atau dengan kata lain disebut larva atau pupa. Bentuknya seperti nasi, yaitu lonjong dan berwarna putih. Kroto ini umumnya diproduksi untuk menjadi bahan pakan burung karena dipercaya memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Menurut situs ini pula, dikatakan bahwa pakan kroto biasa diberikan pada jenis burung-burung kicau seperti jalak, murai, kutilang, cucakrawa, dan lain sebagainya.

Macam-macam kroto

Berdasarkan fisiknya, kroto dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu kroto kacang, kroto basah, kroto kasar, dan juga kroto halus.

Kroto kacang ialah pakan burung yang berisi campuran dari ketiga kroto yaitu kroto halus, kroto kasar, dan juga kroto basah serta dilengkapi dengan jagung, padi, voer, kacang, dan lain sebagainya. Kroto basah ialah jenis pakan yang sangat disukai oleh burung kicauan. Selain itu, kroto basah juga sering dimanfaatkan untuk umpan memancing.

Berdasarkan penelitian, kroto basah mengandung nutrisi paling baik dibandingkan dengan jenis kroto lainnya. Kroto jenis ini berisi berisi larva dan telur semut. Sedangkan kroto kasar ialah pakan burung yang berisi semut jantan dan juga semut betina termasuk ratu semut. Sementara kroto halus terdiri dari semut-semut pekerja.

Peluang Usaha Ternak Kroto
Gambar Peluang Usaha Ternak Kroto (sumber: mytattoospro.com)

Kroto juga ada yang berasal dari kroto semut dan juga kroto ikan. Kroto semut merupakan pupa atau telur (larva) dari semut rangrang, semut hitam, dan lain sebagainya yang biasa dimanfaatkan sebagai pakan burung kicau. Sedangkan kroto ikan adalah larva atau telur yang berasal dari ikan pelagis, dengan kualitas baik yang memiliki aroma sangat khas sehingga ampuh dijadikan untuk umpan ikan.

Harga kroto

Harga jual kroto diberbagai wilayah sangat bervariasi. Ada pedagang yang menjual dalam kemasan toples, per ons, adapula yang menjual per kilogram. Harga yang ditawarkan untuk wilayah Jawa Tengah dibandrol dengan harga antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per kilogram. Harga ini tentu saja jauh lebih murah bila dibandingakan dari harga jual kroto di wilayah Jakarta.

Di ibukota, kroto dibandrol dengan harga Rp 200.000 sampai Rp 350.000 per kilogram. Bagi pemilik burung kicauan yang tidak terlalu banyak atau hanya sebagai pemelihara burung untuk membeli pakan kroto per kilogram, tentu saja terlalu banyak jumlahnya. Pedagang pun banyak yang menjualnya dalam ukuran ons. Harga yang dipasarkan adalah antara Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per ons tergantung dari lokasi jualnya.

Budidaya kroto

Dalam beberapa referensi yang dijabarkan mengenai cara melakukan budidaya kroto dengan cara yang praktis. Budidaya kroto bisa dilakukan dengan memakai bibit koloni yang diperoleh dari petani atau hasil tangkapan sendiri. Bibit kroto umumnya dijual dalam kemasan botol atau toples dengan harga berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000.

Memang bisa dikatakan harga ini tinggi. Akan tetapi, dari bibit-bibit koloni ini bisa menghasilkan pundi yang berlebih. Menurut buku pintar budidaya kroto, Flash Books dikatakan bahwa dalam membudidaya kroto sebaiknya dalam kurun waktu 6 bulan pertama, telur atau larva semut yang dihasilkan tidak dipanen terlebih dahulu melainkan sengaja ditetaskan untuk memperbanyak jumlah koloni.

Hal ini tentu saja bertujuan agar jumlah kroto yang diproduksi nantinya dapat menghasilkan jumlah yang memuaskan saat dipanen. Kroto umumnya bisa dipanen dalam masa tunggu 15-20 hari. Dengan kata lain, petani atau pelaku budidaya bisa memanen 2 kali kroto setiap bulannya.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh petani dalam memilih media teknik budidaya. Ada yang memanfaatkan media paralon, media botol plastik, toples, dan juga media lainnya. Dalam sebuah situs, ada budidaya kroto yang dilakukan di wadah toples. Dalam seratus hingga dua ratus toples bibit koloni hasil yang dapat dipanen setiap harinya ialah sekitar 1 hingga 2 kilogram.

Dari jumlah bibit tersebut, hasil pendapatan bersih yang bisa diperoleh petani atau pelaku budidaya apabila dalam 1 kilogram diperjualbelikan dengan harga minimal yaitu sekitar Rp 150.000 per kilogram, maka income bersih yang diperoleh ialah sebesar Rp 3.500.000 hingga Rp 8.000.000 per bulan. Perhitungan ini tentu hasil simulasi kasar dari bisnis peluang usaha ternak kroto. Setiap budidaya memiliki perhitungan biaya sendiri sesuai kebutuhan dan media teknik yang dipakai.

Peluang usaha ternak kroto umumnya banyak dilakukan oleh masyarakat di daerah karena masih memiliki lahan untuk budidaya. Distributor ataupun agen di ibukota sendiri umumnya menyuplai kroto dari daerah. Itu sebabnya, mengapa harga kroto di ibukota jauh lebih tinggi.

Peluang usaha ternak kroto sendiri terbuka sangat lebar. Walau tidak sefamiliar dengan bubidaya lainnya, namun hasil yang diperoleh terbilang menjanjikan bagi sebuah usaha. Pelaku budidaya yang tidak memiliki lahan memang membutuhkan biaya lebih untuk membangun, membeli ataupun menyewa lahan penyimpanan bibit koloni.

Akan tetapi, bagi pelaku bisnis yang sudah memiliki lahan, dapat memangkas banyak pengeluaran dan memanfaatkan bahan-bahan seadanya. Atau, memilih bahan yang jauh lebih murah dan efisien, serta bertahan lama. Sehingga biaya operasional bisa ditekan seminimal mungkin.

Metode pemeliharaan bibit koloni menggunakan toples-toples plastik atau botol-botol plastik, jauh lebih murah dibandingkan dengan paralon yang harganya tentu jauh lebih tinggi. Penggunaan bahan-bahan bisa dipertimbangkan dengan saksama dilihat dari kekuatan bahan, harga, kegunaan, keefektifan, dan lain sebagainya.

Membangun peluang usaha ternak kroto bukanlah sesuatu hal yang mudah, akan tetapi tidak juga sulit. Dengan perencanaan yang matang, peluang usaha bisa diciptakan. Selain itu, kebutuhan akan kroto di tengah-tengah lingkungan masyarakat sangat banyak dibutuhkan sebagai pakan burung yang berkualitas. Peluang bisnis ini bisa dikatakan sebagai bisnis menjanjikan yang dapat dikerjakan dengan modal kecil.

Dalam referensi lainnya dibahas tentang analisis dari usaha kroto ini. Untuk membuat 200 buah sarang koloni semut dibutuhkan sebuah ruangan dengan luas sekitar 4 meter persegi. Petani budidaya juga membutuhkan pembuatan kandang ternak, tempat sarang koloni, perlengkapan, biaya produksi, dan lain sebagainya.

Dalam referensi tersebut juga dijelaskan sebuah perhitungan rinci sehingga diperoleh hasil pendapatan bulanan sekitar Rp 8.000.000 per bulan. Value ini tentu bukanlah jumlah yang sedikit. Hasil income terrsebut lumayan besar bagi sebuah pendapatan usaha yang tidak bermodalkan dana besar.

Masyarakat yang menjalani bisnis ini bisa dilakukan dengan mempelajari secara otodidak yang bisa dipelajari dari berbagai media informasi. Selain itu, pebisnis sebaiknya menambah pengetahuan melalui seminar, pelatihan dan ilmu yang lain sebagainya untuk semakin memahami dan mempelajari bisnis yang sedang dijalani agar bisnis yang digeluti bisa terus berjalan lancar dan bertahan lama serta tidak mudah gulung tikar.

Itu sebabnya, seseorang yang menjalani bisnis, sebaiknya tidak hanya sekadar memikirkan untungnya saja. Akan tetapi, segala aspek yang dibutuhkan untuk melebarkan usaha dan juga segala aspek yang harus dihindari untuk meminimalisasi kerugian juga diperhatikan dengan saksama. Dengan demikian, mendulang rupiah dari usaha ternak kroto bukanlah suatu hal yang mustahil.

Leave a Reply

close