Peluang Usaha Ternak Lele dengan Kolam Terpal. Menjanjikan!

Saat ini banyak bermunculan pebisnis budidaya mulai dari hewan ternak, perikanan dan juga tanaman atau pepohonan. Budidaya ini selain melestarikan apa yang dibudidaya agar tteap ada dan terjaga, juga dijadikan lahan pemasukan dana dalam bidang bisnis. Maraknya budidaya juga menjalar ke jenis ikan lele. Dewasa ini, banyak ditemui pebisnis budidaya lele yang tersebar di banyak tempat tanpa perlu membutuhkan ruang yang luas.

Kenali Jenis Lele Sebelum Mulai Bisnisnya

Lele merupakan jenis ikan yang memiliki tubuh licin dan pipih memanjang. Lele juga dikenal dengan patilnya seperti kumis panjang di area sekitar mulutnya. Nama lele sendiri untuk masing-masing daerah berbeda-beda. Misalnya, di daerah Sumatera Barat ikan lele disebut sebagai ikan kalang, ikan keli untuk Malaysia, ikan penang di Kalimantan Timur, ikan cepi di Sulawesi Selatan, dan lain sebagainya.

Nama lele sendiri memiliki nama ilmiah yaitu Clarias yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Chlaro, yang mengandung arti lincah dan gesit serta kuat. Hal ini dikarenakan ikan lele memiliki ketahanan hidup yang sangat tinggi. Ikan lele mampu hidup di berbagai di kondisi air (kecuali air laut) dengan sumber makanan apapun juga. Kondisi seperti ini yang membuat peternak lebih mudah membudidayakan ikan lele karena pemeliharaannya yang tidak sulit.

Lele sendiri diperkirakan memiliki sekitar 50-60 jenis spesies, seperti yang terdaftar menurut Ferraris (2007) yang merajuk dari sumber Wikipedia. Yaitu seperti jenis Clarias Alluaudi yang penyebarannya terdapat di danau Victoria dan juga Tanganyika Afrika. Ikan lele jenis Anfractus yang berhabitat di Sabah. Ikan lele jenis Anguillaris yang berendemik di sungai Togo Ghana ataupun Pantai Gading. Ikan lele jenis Batrachus atau yang sering disebut lele kampung habitat penyebarannya di sekiar wilayah Asia Selatan.

Sedangkan untuk wilayah Jepang, Taiwan, Vietnam dan juga Tiongkok, jenis ikan lele yang menyebar di sekitar wilayah ini berjenis Clarias Fuscus. Di Indonesia sendiri sering mendengar nama lele dumbo, lele ini termasuk dalam kategori ikan lele berjenis Clarias Gariepinus, yang wilayah penyebarannya tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di sekitar wilayah Afrika dan Asia Tenggara lainnya. Selain itu, masih banyak lagi jenis lele lainnya seperti Clarias Salae, Clarias Pseudonieuhofil, Clarias Nigricans, Clarias Falconeri dan masih banyak lagi jenis-jenis lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Cara Budidaya Lele dengan Kolam Terpal

Peluang usaha ternak lele dengan kolam terpal memang lebih menguntungkan bagi peternak dan jauh lebih efisien dalam pemeliharaannya. Setelah mengenal beragam jenis ikan lele, peternak sudah memahami jenis ikan lele apa yang akan dibudidayakan.

Ikan lele sendiri memiliki banyak manfaat untuk diolah sebagai bahan makanan yang baik, karena mengandung vitamin D dan juga asam lemak omega-6. Selain dibudidayakan untuk kebutuhan pangan, ikan lele juga sering dimanfaatkan sebagai pemakan hama sawah, pemakan jentik-jentik nyamuk dalam saluran air yang menggenang dan dapat membersihkan lokasi-lokasi yang tercemar. Kondisi fisik ikan lele yang mudah bertahan hidup inilah yang membuat lele mudah pula untuk dibudidayakan tanda adanya kesulitan yang berarti.

Bibit ikan lele sendiri mudah diperoleh dan dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Karena mayoritas penduduk Indonesia mengkonsumsi ikan lele, hal ini tentu saja membuat peternak ikan lele mudah meraup keuntungan dari peluang usaha ternak ikan lele dengan kolam terpal tanpa membutuhkan banyak perawatan dan pemeliharaan dalam pembudidayaannya. Ternak ikan lele juga memiliki masa panen yang singkat sehingga peternak tidak perlu menunggu lama untuk dipanen seperti layaknya beternak ikan gurame.

Di Indonesia sendiri, jumlah peternak ikan lele terus bertambah untuk setiap tahunnya, dan penambahan ini justru tidak membuat peternak saling bersaing mencari pembeli, namun justru semakin mencukupi akan kebutuhan pangan di Indonesia.

Manfaat Budidaya Lele dengan Kolam Terpal

Peluang usaha ternak ikan lele dengan kolam terpal terus terbuka lebar. Kemunculan budidaya lele dengan memanfaatkan terpal ini memiliki beberapa kelebihan bagi peternak, di antaranya adalah:

  • Ikan lele yang dihasilkan tidak berbau lumpur, hal ini tentu saja dikarenakan lele tidak langsung menyentuh dasar kolam yang umumnya terbuat dari tanah. Ikan lele yang tidak berbau lumpur tentu saja menghasilkan cita rasa yang lebih enak dibandingkan dengan lele yang dirawat di kolam biasa. Ikan lele yang memiliki cita rasa yang enak dan tidak berbau, umumnya menjadi incaran tempat-tempat bisnis kuliner yang berskala lebih tinggi seperti hotel dan restoran. Tentu saja hal ini membuat harga jual ikan lele menjadi lebih tinggi.
  • Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal bersifat fleksibel atau mudah dipindahkan. Hal itu karena proses penangkapan atau pemindahan ikan lele tersebut tidak menyulitkan para peternak.
  • Kelebihan lainnya dari budidaya menggnakan terpal ialah bisa dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas dangan harga yang minim.

 

Tipe budidaya ikan lele sendiri bisa di kategorikan menjadi 2 tipe, yaitu budidaya untuk lele anakan dan budidaya untuk ikan lele panen. Untuk budidaya ikan lele anakan, peternak bisa memanennya di usia 1 hingga 2 bulan. Ikan lele anakan ini tentu saja ditujukan sebagai bibit budidaya ikan lele itu sendiri. Sedangkan untuk ikan lele konsumsi, umumnya dipanen setelah usia lele mencapai 4 bulan lebih. Sehingga dalam 1 tahunnya, para peternak ikan lele panen ini mampu memanen ikan lele sebanyak 3 kali musim.

 

Dalam pemeliharaannya, ikan lele tidak membutuhkan banyak perawatan. Air kolam tidak perlu sering-sering diganti, bahkan sampai masa panen yang akan datang. Hal yang perlu lebih diperhatikan adalah sumber makanannya, dimana kita harus memberikan cukup makanan dengan jadwal pemberian makan yg konsisten. Sebab ikan lele memiliki sifat kanibalisme. Dengan demikian, hal ini menyebabkan mereka akan saling memakan satu sama lain apabila pemberian makanan yang terlambat atau tidak cukup.

 

Banyak peternak ikan lele yang memilih alternatif lain dalam memilih pakan. Hal ini dikarenakan pemberian pakan pelet ayam biasanya membutuhkan asupan yang banyak untuk memenuhi kebutuhan makan dari ikan lele tersebut.

 

Itu sebabnya, banyak peternak yang mengambil alternatif dengan memberikan makanan lain seperti bangkai unggas. Psemberian pakan seperti ini lebih bisa mencukupi kebutuhan ternak dengan biaya yang jauh lebih murah. Atau juga bisa dengan memberikan pakan seperti jeroan atau organ-organ dalam ayam atau unggas.

 

Dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa peluang-peluang usaha ternak lele dengan kolam terpal memiliki banyak keuntungan dan peluang yang menjanjikan. Apabila dijalani dengan baik dan mengikuti pemahaman budidaya yang terstruktur, tentu saja peternak dapat mendulang pundi-pundi rupiah dengan hasil yang memuaskan.

 

Kembali lagi kepada pernyataan bahwa tidak ada suatu bisnis yang bisa dihasilkan secara instan. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil terbaik, peternak harus memperhatikan dan menjalani bisnis dengan teliti dan juga agar hasilnya pun menjadi maksimal.

Leave a Reply

close