Peluang Usaha Ternak Sapi Potong di Indonesia dengan Bibit Lokal Hasilkan Dolar

Peluang usaha ternak sapi potong di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Konsumsi daging sapi di Indonesia cukup tinggi terutama menjelang hari raya. Sering terjadi melambungnya harga daging sapi menjelang hari raya dan pemerintah mengimport sapi dari luar negeri. Tentu saja hal ini sangat disayangkan karena apabila dikelola dengan baik maka suplai ketersediaan daging sapi dapat diperoleh dari peternak lokal.

Usaha peternakan sapi potong dapat memberikan hasil yang menggiurkan. Hampir semua bagian sapi dapat dimanfaatkan dan dikomersialkan. Daging sapi dapat dijual sebagai daging mentah dan olahan seperti dendeng atau abon. Kulit sapi dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kerajinan tas, dompet dan sepatu. Tulang sapi dapat dimanfaatkan untuk kerajinan, tepung tulang dan bahan perekat. Tanduk sapi dapat dibuat untuk kerajinan, hiasan dinding dan sisir.

Peluang Usaha Ternak Sapi Potong di Indonesia

Jenis Sapi Potong Lokal Terbaik

Jenis sapi potong yang diternakkan ada beberapa macam. Masing-masing jenis sapi memiliki keunggulan yang berbeda. Berikut jenis sapi potong yang diternakkan.

  • Sapi bali.

Ciri-ciri sapi bali yaitu kulitnya berwarna merah, pantat berwarna putih, lutut kaki ke bawah berwarna putih dan punggung bergaris hitam seperti belut. Keunggulan sapi bali ialah mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

  • Sapi brahman.

Ciri-ciri sapi brahman ialah kulitnya berwarna cokelat muda hingga cokelat tua dan bagian kepala berwarna putih. Keunggulan sapi brahman ialah pertumbuhannya sangat cepat. Jenis sapi brahman menjadi sapi potong yang utama di Indonesia.

  • Sapi limousin.

Ciri-ciri sapi limousin ialah kulitnya berwarna hitam dengan variasi putih atau merah bata dan moncong kepala berwarna putih. Keunggulan sapi limousin yaitu ukuran tubuhnya besar dan produksi tinggi.

  • Sapi madura.

Ciri-ciri sapi madura yaitu kulitnya berwarna kuning atau merah bata, moncong berwarna putih, ekor berwarna putih, kaki bawah berwarna putih dan memiliki punuk. Sapi madura ini memiliki pertumbuhan berat badan yang sangat rendah sehingga tidak disukai untuk usaha sapi potong.

 

Daging sapi yang berkualitas tinggi sudah pasti akan dicari oleh konsumen. Oleh karena itu, jika berniat untuk usaha sapi potong maka hasil produk ternak sapi harus benar-benar memiliki kualitas tinggi agar tidak kalah dengan kualitas daging sapi luar negeri. Peluang usaha ternak sapi potong di Indonesia harus digeliatkan kembali. Langkah-langkah yang harus ditempuh agar menghasilkan daging sapi berkualitas tinggi yaitu pemilihan bibit, kandang pemeliharaan dan pemberian pakan sapi.

Pemilihan Bibit Terbaik

Pemilihan bibit mutlak harus dilakukan agar memperoleh hasil produk yang berkualitas tinggi dan tidak kalah bersaing dengan produk daging import. Ciri sapi pedaging yang baik yaitu memiliki ukuran tubuh besar, bentuk tubuh cenderung seperti bola atau persegi empat, laju pertumbuhan tinggi, efisiensi bahan tinggi dan kualitas daging maksimal.

Pada saat pemilihan bibit dibutuhkan kejelian, ketelitian dan pengalaman. Ciri-ciri bibit sapi potong yang baik adalah berusia di atas 2,5 tahun, jelas silsilahnya, tubuh berbentuk panjang (panjang tidak kurang dari 170 cm, tinggi pundak tidak kurang dari 135 cm dan lingkar dada tidak kurang dari 133 cm), sehat, tidak terdapat gangguan pernapasan, kulit bersih, bulu halus, mata bersinar dan kotoran normal.

Kandang Pemeliharaan

Kandang untuk pemeliharaan sapi potong ada 2 macam yang disesuaikan pada jumlah sapi yaitu berbentuk tunggal dan ganda. Kandang berbentuk tunggal dibuat dalam satu jajar sedangkan kandang berbentuk ganda dibuat dalam dua jajar.

Ukuran kandang harus ideal agar pertumbuhan sapi optimal. Untuk sapi jantan dewasa berukuran 1,5×2 m atau 2,5×2 m per ekor. Untuk sapi betina dewasa berukuran 1,8×2 m per ekor. Untuk anak sapi berukuran 1,5×1 m per ekor. Kondisi kandang harus terjaga kebersihannya dan tidak lembab.

Lantai kandang harus mudah dibersihkan dari kotoran sapi yang terbuat dari tanah padat atau semen. Agar kandang tetap hangat dapat dialasi dengan jerami kering. Lokasi kandang tidak boleh dekat dengan rumah penduduk yaitu sekitar 10 meter dan memperoleh sinar matahari agar tidak lembab.

Pakan Sapi yang Bernutrisi

Agar pertumbuhan sapi dapat optimal dibutuhkan pakan yang bergizi, seimbang dan sehat. Kebutuhan pakan sapi setiap hari sebanyak 10% dari berat badannya dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari berat badan.

Pakan sapi berupa pakan hijau yang terdiri dari hijauan segar, hijauan kering dan silase. Contoh pakan hijauan segar ialah rumput raja, rumput gajah, daun turi dan daun lamtoro. Pakan hijauan kering yaitu pakan hijauan segar yang dikeringkan terutama untuk persediaan di musim kemarau. Contoh pakan hijauan kering yaitu jerami jagung, jerami padi dan jerami kacang tanah. Pakan silase yaitu pakan hijauan segar yang sengaja diawetkan dengan cara ditutup rapat agar terjadi fermentasi. Contoh pakan silase yaitu silase jerami padi, silase jagung dan silase rumput.

Pakan untuk sapi dibedakan menjadi 2 macam yaitu pakan berkualitas rendah dan pakan berkualitas tinggi. Kualitas pakan didasarkan dari kadar serat dan kandungan nutrisinya. Pakan yang berkualitas rendah mengandung lignin  yang sukar dicerna enzim perncernaan dan berserat kasar tinggi.

Usaha penggemukan sapi potong tidak hanya diberikan pakan hijauan saja namun harus ditambah dengan kombinasi konsentrat. Contoh pakan konsentrat ialah pakan buatan pabrik, ampas tebu, ampas ampas tahu, kulit nanas, kulit biji kedelai, dan bekatul.

Untuk menjaga agar sapi potong tetap sehat dan tumbuh dengan optimal dapat diberikan suplemen vitamin. Untuk mencegah sapi potong terserang penyakit dapat diberikan vaksinasi. Vaksinasi ini akan mencegah sapi menderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Hasil Panen Agar Melimpah

Usaha peternakan sapi potong dapat memperoleh hasil yang menggiurkan. Hampir seluruh bagian sapi dapat dimanfaatkan dan dijual. Pendapatan dari sapi potong tidak hanya berupa daging saja. Setelah sapi dipotong maka jerohan sapi seperti usus, limpa, jantung, paru-paru dan hati juga dapat dijual. Jerohan sapi ini dimanfaatkan untuk bahan masakan.

Tulang sapi dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuat perekat dan dapat dijual sebagai bahan masakan. Tulang sapi biasanya dibeli oleh pedagang bakso dan soto untuk menambah rasa. Sumsum sapi mengandung protein dan kalsium yang sangat tinggi. Sumsum sapi biasanya dimanfaatkan untuk campuran sop yang diberikan pada bayi dan balita. Bagian kepala sapi dimanfaatkan untuk bahan makanan. Dari otak sapi, mata sapi dan moncong sapi dapat diolah menjadi makanan.

Kulit sapi dimanfaatkan untuk hiasan dinding, bahan tas, bahan dompet, bahan sepatu kulit dan tabuhan bedug. Kulit sapi bagian dalam juga dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan, yaitu krupuk rambak.

Peluang usaha sapi potong di Indonesia masih terbuka sangat lebar. Permintaan daging sapi yang sangat tinggi terutama pada saat-saat tertentu memberikan peluang bagi peternak sapi potong lokal. Lebih baik menggeliatkan peternak sapi lokal yang ada di pedesaan daripada memberi peluang import daging dari luar negeri

Leave a Reply

close