Tausiyah Gus Dur tentang Shalat

Salah satu kalimat dalam Taushiyah (Nasehat) Gus Dur tentang Shalat berikut ini sungguh makjleb di hati. Yaitu pada bagian ini:

Anggaplah solat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah swt.

Tengah malam. Jam menunjuk angka 00.27. Seperti biasa, sebelum tidur – kebetulan lagi pulang kampung di Bojonegoro – aku ‘ngaji’ di Facebook. Ada dua status yang bikin hati resah. Pertama berita wafatnya Bpk Adi Sasono. Dan kedua, nasehat Gus Dur tentang shalat yang sarat nilai-nilai tasawuf. Alhamdulillah dan terima kasih teman2 atas info yang mudah2an tercatat sebagai amal shalih. Amiin.

Berikut Selengkapnya Tausiah Gus Dur:

Bila engkau anggap solat
itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
Bila kau anggap solat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya..
Anggaplah solat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.
Anggaplah solat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah swt.
Anggaplah solat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah swt.
Anggaplah solat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.
Bayangkan ketika “azan berkumandang”, tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya.
Bayangkan ketika kau” takbir”, Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.
Bayangkanlah ketika “rukuk”, Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya.
Bayangkan ketika “sujud”, Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: “Aku Mencintaimu hambaKu”.
Bayangkan ketika kau “duduk di antara dua sujud”, Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan : “Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu”.

Bayangkan ketika kau memberi “salam”, Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu…

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208009806860231&id=1150173411

Leave a Reply

close