Tidak Perlu Mobil Baru Untuk Masuk Surga

Pastinya pembaca setuju ya dengan judul di atas? Termasuk dalam kategori mobil baru adalah motor baru, rumah mewah, perhiasan berlimpah, pakaian bermerk, dll.

Itu semua cuma keinginan (greed). Bukan kebutuhan (need) manusia yang notabene-nya adalah hamba Allah. Di mana hamba Allah diciptakan hanya untuk melakukan satu tugas, yaitu ibadah atau pengabdian (menghamba) kepada Sang Khalik.

Berburu materi tidak akan pernah ada habisnya. Selalu kurang dan kurang. Akan menjadi musibah dahsyat jika kesibukan mengumpulkan harta sampai mengakibatkan urusan shalat terlupa.

Kita ini terkadang lucu. Kita mengakui bahwa hidup yang sesaat ini harus kita gunakan sebaik mungkin untuk mengumpulkan bekal buat pulang ke hadapanNya. Artinya beribadah. Untuk beribadah butuh pakaian penutup aurat dan makanan untuk kesehatan badan.

Maka mencari rejeki buat beli pakaian dan makanan itu keharusan. Tentunya hanya sebatas agar ibadah kita sempurna.

Lantas lucunya di mana? Kita sering terlena. Katanya kerja buat cari bekal beribadah. Ee.. gantian datang waktu shalat tiba malah blong. Kerja lanjut, shalat terlewat. Na’uzubillah…

Iya kan… nuruti kerjaan ga ada habisnya. Tapi, shalat yang terlewat gak bisa bakal diganti. Hanya akan mewariskan penyesalan tak pernah henti di akhirat kelak.

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok”. Itu artinya, tinggalkan kerjaan untuk menunaikan shalat. Toh, nanti bisa dilanjut kerja lagi usai shalat. Waktu kerja itu panjang. Dan hidup itu selama-selamanya. Bukankah besok juga masih bisa kerja?

Begitu pemahamannya hadits di atas. Bukan dibolak-balik. Ei… kerja yang keras non stop ya karena buat bekal hidup selamanya. Ini salah!

Allah Swt menyediakan surga sebagai imbalan bagi mereka yang beriman dan beramal shalih. Termasuk amal shalih adalah shalat, puasa, zakat, haji.

Yang dibutuhkan dalam shalat cuma penutup aurat. Allah Swt tidak ingin membebani umat ini dalam mengabdi (baca: ibadah). Melainkan mereka sendiri yang mempersulit diri sendiri.

Saya teringat kata-kata bijak Mahatma Gandhi. “There is enough for everyone’s need but not for everyone’s greed”. Bahasa ekstrimnya, Gubuk reyot yang ada itu cukuplah buat baca Qur’an sampai  habis dan khatam berkali-kali buat menuju surga.

Jadi apa gunanya, misalnya beli mobil baru jika dalam proses kepemilikannya justru melalaikan ibadah kita kepada Allah Swt.?

Cak Nun pernah bilang, kalo seiris tempe sudah cukup buat lauk kenapa harus 2, 3, 4, dst?

Ini karena ketidakberdayaan kita melawan GREED. Bahasa Qur’annya gagal dalam ‘wa nahan nafsa ‘anil hawa’.

Sebagai bahan renungan kita bersama, agar bisa menahan diri berburu dunia yang semakin banyak semakin menipu, mari kita baca dan pikirkan ayat ke 27 ini

Masuk Surga

Juga ayat 37-41 dari Surat Abasa ini:Tiket Masuk Surga

Terkadang kita menganggap belum waktunya larut beribadah. Nanti saja klo sudah punya ini, besok saja klo udah beli itu…

Astaghfirullah… Ini bisikan iblis. Mari kita lawan!

Tidak Perlu Mobil Baru Untuk Masuk Surga

Leave a Reply

close